Boyolali (7/1) Posko terpadu menyambut Natal 2019 dan tahun baru 2020 yang telah dilaksanakan di Bandara Adi Soemrmo mulai tanggal 20 Desember 2019 hingga 6 Januari 2020 telah resmi ditutup pada hari ini Rabu (7/1). Penutupan Posko yang dipimpin langsung oleh General Manager Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo dihadiri oleh Airlines, Airnav, KKP, TNI AU dan Anak Perusahaan yang terdiri dari Angkasa Pura Support, Angkasa Pura logistik, Angkasa Pura Hotel, Angkasa Pura Retail, dan Angkasa pura Properti.
“Posko Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 pada hari ini resmi ditutup. Alhamdulillah tidak ada kejadian yang tidak diharapkan. Accident tidak ada sama sekali. Posko ini utamanya mengutamakan pengamanan yang dilakukan oleh Lanud, untuk pelayanan dan security dari Avsec, untuk kesehatan dari Kantor kesehatan Pelabuhan, ailines dan lainnya sebagai supporting ” ujar Abdullah Usman General Manager PT. Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo.
Abdullah usman juga menjelaskan untuk penerbangan dan jumlah penumpang pada tahun ini mengalami penurunan.
Dalam kesempatan yang sama Guntoro Airport Operation and Safety Senior Manager membenarkan secara keseluruhan mengalami penurunan. Guntoro menyampaikan total penumpang dibanding tahun lalu mengalami penurunan sampai 24%. Total Penumpang di Tahun 2018 mencapai 127.394 sedangankan di tahun 2019 hanya 96.476 penumpang. Puncaknya terbagi dua untuk periode Natal di Tanggal 21 Desember untuk kedatangan dan tanggal 28 Desember untuk arus baliknya (H+3). Kemudian Periode Tahun Baru di Tanggal 29 Desember kemudian keberangkatan tanggal 5 Januari 2020 (H+5).
Untuk pergerakan pesawat sendiri tahun 2018 sebanyak 938, tahun 2019 sebanyak 735 berarti ada penurunan 22%. Meskipun disisi lain juga ada pengajuan Extra Flight. Pengajuan extra flight direncanakan 24 flight namun terealisasi 6 flight artinya hanya terealisasi 25%.
Untuk Cargo juga mengalami penurunan yang pada tahun 2018 sebanyak 336.863 kg, sekarang hanya 224.165kg atau turun 33%. Dan untuk On Time performance (OTP) mencapai 77%
Penurunan diprediksi karena liburan Anak sekolah yang liburnya yang masuknya tidak bersamaan, juga adanya dukungan transportasi darat, dengan adanya jalan Tol meskipun tidak begitu signifikan pengaruhnya. Namun demikian Pelayanan di Bandara Adi Soemarmo selama Nataru tetap dilaksanakan semaksimal mungkin dan tidak ada kejadian yang menonjol.