en id

BANDARA ADI SOEMARMO GANDENG MASYARAKAT DUKUNG WUJUDKAN KEAMANAN DAN KESELAMATAN PENERBANGAN

05 Jan 2024

kembali ke list


Boyolali, 05 Januari 2024 – Mengawali tahun 2024, Bandara Adi Soemarmo menggandeng seluruh Stakeholder untuk bersinergi dalam menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan, hal tersebut disambut baik oleh Pemerintah Kecamatan Ngemplak dengan dilakukannya penyerahan dokumen Komitmen Keamanan dan Keselamatan yang ditandatangai oleh seluruh Kepala Desa di Kecamatan Ngemplak.

Penyerahan penyerahan dokumen Komitmen Keamanan dan Keselamatan dilakukan oleh Camat Ngemplak Ari Wahyu Prabowo kepada General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo Erick Rofiq Nurdin pada kegiatan Penutupan Posko Nataru Kamis (4/1/2024) lalu.

Erick menyampaikan bahwa sebelum dilakukan penandatanganan Komitmen ini pihaknya telah melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat lingkar bandara mengenai hal-hal yang dapat membahayakan penerbangan, misalnya layang-layang, sinar laser, dan drone yang dilakukan di Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP).

“Kami telah melakukan patroli secara rutin dan juga dibantu oleh Pihak TNI dari Lanud Adi Soemarmo, namun dengan keterlibatan dari masyarakat sekitar dalam mendukung keamanan dan keselamatan penerbangan akan sangat terbantu,”jelas Erick

Pada kesempatan tersebut mewakili masyarakat Ngemplak, Ari menyampaikan rasa terima kasih dan menjadi suatu kehormatan dapat bersinergi dan berkolaborasi dengan Stakeholder Bandara dalam menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan di Bandara Adi Soemarmo.

“Bagi Kami warga masyarakat Ngemplak, bandara Adi Soemarmo memiliki hubungan historis dan psikologis, sehingga selalu kami tekankan kepada masyarakat kamimelalui Para Kepala Desa untuk selalu memiliki rasa memiliki (Handarbeni) dan rasa menjaga bersama (hangrungkepi) karena Bandara Adi Soemarmo merupakan ikon kebanggan masyarakat Ngemplak dan Kabupaten Boyoyali serta Solo Raya,” ujarnya

Erick Rofiq kembali menjelaskan, penerbangan di Adi Soemarmo memang terdapat area yang cukup terbuka sehingga dapat menjadi hiburan bagi masyarakat. Untuk Masyarakat pendatang, telah diwadahi dari TNI AU diselatan Runway. Karena. Sehingga kebutuhan masyarakat tidak dihilangkan namun ditambah pengamanannya dan diterapkan batasan-batasannya.

Penyerahan Komitmen Keamanan dan Keselamatan tersebut juga diapresiasi dari Pihak Lanud Adi Soemarmo dan Airnav Cabang Pembantu Solo.

General Manager Airnav Cabang Pembantu Solo Kelik Widjanarko menjelaskan, berada di ujung runway selain berbahaya bagi masyarakat juga dapat mengganggu operasional pesawat udara yang akan melakukan landing (proses pendaratan).

 

 

“Diujung runway memang tidak ada pagar karena terdapat alat yang disebut Localizer (alat untuk memandu pesawat dan membidik pesawat supaya landing lurus dengan runway), jadi memang sangat diperlukan edukasi kepada masyarakat karena dapat membahayakan bagi warga sendiri dan juga bagi pesawat,’jelasnya

Begitu pula tanggapan dari Pihak Lanud Adi Soemarmo yang diwakili Kadisops Wahyu Pratomo Pujo Wahono, pihaknya mengingatkan dan menambahkan kembali pentingnya sosialisasi kepada masyarakat terkait keamanan di wilayah ujung landasan. Bentuk edukasi adalah cara yang efektif karena nantinya masyarakat akan dapat saling mengingatkan. Masyarakat disinyalir belum semua memahami bahayanya berada di ujung landasan. Semoga dengan budaya gethok tular, edukasi yang disampaikan kepada masyarakat akan lebih efektif dan lebih mudah dilaksanakan.